PenyebabSiksa Azab Kubur dan Amalan yang Dapat Menyelamatkannya. “Aisyah Ra bertanya tentang azab kubur, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab: Ya, azab kubur pasti ada.” (HR. Bukhari – Dalam Kitab Al-Janaiz). “Aisyah Ra meriwayatkan bahawa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berdoa dalam solatnya, “Ya Allah, aku Orangrang yang kafir terhadap Tuhan mereka, amal-amal mereka itu seperti debu yang tertiup angin pada hari yang amat dingin. Mereka tidak memperoleh sedikit pun manfaat dari apa yang mereka usahakan (TQS Ibrahim [14]: 18). Banyakorang yang mengingkari adanya adzab dan kenikmatan di Alam kubur, yah karena hanya berlandaskan dengan akal pikiran mereka yang sangat terbatas. Memang secara akal manusia tidak masuk akal, buktinya jika kita membongkar kuburan yang sudah lama maka kita akan mendapati di dalamnya hanya terdapat tulang tengkorak atau bahkan sudah menjadi Allahmemberikan banyak pilihan amal yang bisa kita lakukan selama di dunia. Diataranya ada amal yang spesial yang pahalanya tidak akan putus walaupun kita sudah meninggal. “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan TafsirSurat Al-Qalam, ayat 34-41 Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya. Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Pikirkanlahapa yang dapat kamu berikan kepada sahabatmu bukan apa yang dapat kamu peroleh dari persahabatan. Jangan bersahabat hanya demi memperoleh kesenangan, karena jika demikian, kamu bukanlah sahabat sejati. Hargailah sahabatmu seperti kamu ingin dihargai 2. Dukunglah sahabatmu Sahabat sejati selalu saling menyemangati dan ‘mendorong myv5De. Ada beberapa hikmah yang dapat diambil setelah mengenal alam barzah atau alam kubur. Apabila kita masih diberi anugerah oleh Allah Swt berupa umur hingga detik ini, kesehatan dan kesempatan untuk berbuat kebaikan. Maka kita harus dapat merenungkan dan mencoba mempersiapkan apa yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur, serta menghindari perbuatan yang mendatangkan azab kubur. Beberapa hikmah yang dapat diambil dari alam kubur sebagai berikut 1. Kubur tempat yang sempit perluaslah dengan silaturrahim; 2. Kubur tempat yang gelap, terangilah dengan shalat tahajud; 3. Kubur tempat yang sepi, ramaikanlah dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an; Ayo berdiskusi! 4. Kubur tempat binatang menjijikkan, racunilah dengan amal shaleh; 5. Kubur tempat malaikat Munkar dan Nakir bertanya, persiapkanlah jawaban dengan mengucap, La ilaha illallah.” 6. Dunia masa menanam, akhirat masa memanen. 7. Kehidupan dunia sementara, kehidupan sebenarnya di akhirat kelak. Dari uraian di atas harus bisa kita ambil manfaat untuk menjalani kehidupan ini dengan menjadi pribadi yang lebih baik di mana saja, kapan saja, bersama siapa saja, atau bahkan dalam keadaan sendirian, harus selalu ingat bahwa Allah Swt bersama kita, melihat kita, merekam dan mencatat semua amal kita untuk diberi balasan yang setimpal. Takutlah hanya kepada Allah Swt di mana kau berada dan ikuti perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya akan dapat menghapus dosa dari perbuatan buruk kita. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. Apa pengertian alam barzah? 2. Mengapa alam barzah disebut penghalang? 3. Mengapa seseorang mendapat siksa kubur? 4. Amalan apakah yang dapat memperoleh kenikmatan kubur? 5. Apa keuntungan mengenal alam barzah? Ayo berlatih! Alhamdulillah, sekarang kita masih dikaruniai oleh Allah Swt bisa belajar sampai detik ini. Coba renungkan! 1. Apa yang telah kalian pelajari hari ini? 2. Apa manfaat pelajaran hari ini bagi perilaku kalian? 3. Apa tekad kalian setelah memahami uraian materi hari ini? . Kisah Hikmah Sahabat Nabi Muhammad Saw Sya’ban yang Menyesal Saat Sakaratul Maut Sya’ban ra seorang sahabat Rasulullah Saw, yang selalu datang ke masjid sebelum waktu shalat berjamaah. Posisi pojok masjid yang paling ia sukai untuk shalat berjama’ah atau i’tikaf. Dengan alasan, supaya ia tidak mengganggu atau menghalangi para sahabat lain yang ingin melakukan ibadah di masjid. Rasulullah Saw juga orang lain memahami kebiasaan yang dilakukan oleh sahabat Sya’ban ra. Pada suatu pagi, saat shalat Subuh berjamaah akan dimulai, Rasulullah SAW merasa heran karena tidak mendapati Sya’ban ra pada posisi seperti biasanya. Rasul pun bertanya kepada jamaah yang hadir, apakah ada yang melihat Sya’ban? Tapi, tidak ada seorang pun yang melihat Sya’ban ra. Hikmah Ayo, renungkan! Shalat Subuh pun sengaja ditunda sejenak, untuk menunggu kehadiran Sya’ban. Namun yang ditunggu belum datang juga. Karena khawatir shalat Subuh kesiangan, Rasulullah pun memutuskan untuk segera melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Hingga shalat Subuh selesai pun Sya’ban belum datang juga. Selesai shalat Subuh Rasul pun bertanya lagi “Apakah ada yang mengetahui kabar Sya’ban?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawab. Rasul pun bertanya lagi “Apa ada yang mengetahui di mana rumah Sya’ban?” Seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia tahu persis di mana rumah Sya’ban. Rasulullah sangat khawatir terjadi sesuatu terhadap sahabatnya tersebut, meminta diantarkan ke rumah Sya’ban. Perjalanan dari masjid ke rumah Sya’ban cukup jauh dan memakan waktu lama terlebih mereka menempuh dengan berjalan kaki. Akhirnya, Rasulullah dan para sahabat sampai di rumah Sya’ban pada waktu shalat dhuha kira-kira 3 jam perjalanan. Sampai di depan rumah Sya’ban, beliau mengucapkan salam dan keluarlah wanita sambil membalas salam. “Benarkah ini rumah Sya’ban?” Tanya Rasulullah. “Ya benar, ini rumah Sya’ban. Saya istrinya.” jawab wanita tersebut. “Bolekah kami menemui Sya’ban ra, yang tidak hadir shalat Subuh di masjid pagi ini?” ucap Rasul. Dengan berlinangan air mata, istri Sya’ban ra menjawab “Beliau telah meninggal tadi pagi”. “Innalilahi Wainnailaihiroji’un” jawab semuanya. Satu-satunya penyebab Sya’ban tidak hadir shalat Subuh di masjid adalah karena ajal menjemputnya. Beberapa saat kemudian, istri Sya’ban ra bertanya “Ya Rasulullah ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing-masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya” “Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasulullah. “Di masing-masing teriakannya, dia berucap kalimat Aduh, kenapa tidak UJI PUBLIK Rasulullah Saw pun melantunkan ayat yang terdapat surah Qaaf ayat 22 “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari hal ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab yang menutupi matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam” “Saat Sya’ban ra dalam keadaan sakaratul maut, perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah Swt. Bukan hanya itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah Swt. Apa yang dilihat oleh Sya’ban ra dan orang yang sakaratul maut tidak bisa disaksikan yang lain. Dalam padangannya yang tajam itu Sya’ban ra melihat suatu adegan dimana kesehariannya dia pergi pulang ke masjid untuk shalat berjamah lima waktu. Perjalanan sekitar tiga jam jalan kaki, tentu itu bukan jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban ra diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah-langkahnya ke masjid,” ujar Rasulullah Saw. Dia melihat seperti apa bentuk surga yang dijanjikan sebagai ganjarannya. Saat dia melihat dia berucap “Aduh mengapa tidak lebih jauh” timbul penyesalan dalam diri Sya’ban ra, mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih indah. Dalam penggalan kalimat berikutnya Sya’ban ra melihat saat ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin. Saat ia membuka pintu, berhembuslah angin dingin yang menusuk tulang. Dia masuk ke dalam rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Dia memakai dua baju, Sya’ban memakai pakaian yang bagus baru di dalam dan yang jelek butut di luar. Dia berpikir jika kena debu tentu yang kena hanyalah baju yang luar dan sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan shalat dengan baju yang lebih bagus. Ketika dalam perjalanan menuju masjid dia menemukan seseorang yang terbaring yang kedinginan dalam kondisi mengenaskan. Sya’ban pun iba dan segera membukakan baju yang paling luar lalu dipakaikan kepada orang tersebut kemudian dia memapahnya ke masjid agar dapat melakukan shalat Subuh bersama-sama. Orang itupun selamat dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan shalat berjamaah. Sya’ban ra pun kemudian melihat indahnya surga yang sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut. Kemudian dia berteriak lagi “Aduh!! Kenapa tidak yang baru” timbul lagi penyesalan dibenak Sya’ban ra. Jika dengan baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala besar, sudah tentu dia akan mendapatkan yang lebih besar jika dia memberikan pakaian yang baru. Berikutnya, Sya’ban ra melihat lagi suatu adegan. Saat dia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke dalam segelas susu. Bagi yang pernah ke Tanah Suci tentu mengetahui ukuran roti Arab sekitar tiga kali ukuran rata-rata roti Indonesia. ketika baru saja ingin memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta sedikit roti karena sudah tiga hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal itu, Sya’ban ra merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti tersebut dengan ukuran sama besar dan membagi dua susu ke dalam gelas dengan ukuran yang sama rata, kemudan mereka makan bersama-sama. Allah Swt kemudian memperlihatkan Sya’ban ra dengan surga yang indah Ketika melihat itupun Sya’ban ra teriak lagi “ Aduh kenapa tidak semua!!” Sya’ban ra kembali menyesal. Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut, pasti dia akan mendapat surga yang lebih indah. Masya Allah, Sya’ban bukan menyesali perbuatannya melainkan menyesali mengapa tidak optimal. Sesungguhnya pada suatu saat nanti, kita semua akan mati, akan menyesal dan tentu dengan kadar yang berbeda. Bahkan ada yang meminta untuk ditunda matinya, karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas akibat dari semua perbuatannya di dunia. Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah. Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan. Pernahkah kalian melihat proses pemakaman jenazah? Nah, silahkan tuliskan pengalamanmu tentang tata cara pemakaman jenazah! Silahkan wawancara kepada orang tuamu atau siapapun yang bisa kalian minta penjelasan! Ayo, kembangkan wawasanmu! 1. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. 2. Ada dua cara orang meninggal dunia yaitu khusnul khotimah dan su’ul khotimah. 3. Barzah secara bahasa berarti penghalang atau pemisah antara dua hal. Secara istilah barzah adalah jarak pemisah antara akhir kehidupan duniawi kematian dan memulai kehidupan ukhrawi akhirat . 4. Penghuni alam kubur akan mendapat kenikmatan dan juga siksa kubur sesuai dengan amal perbuatannya di dunia. 5. Di antara perbuatan manusia yang menyebabkannya mendapat siksa kubur adalah tidak bersuci setelah buang air kecil, mengadu domba dengan kebohongan, berbuat ghulul mengambil harta yang bukan haknya, membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkan isinya, berbuat zina, memakan harta hasil riba, suka berhutang tetapi tidak menyelesaikan kewajibannya. 6. Empat amalan yang dapat menerangi alam kubur kita dan terhindar dari siksa kubur yaitu menjaga shalat lima waktu, memperbanyak sedekah, banyak membaca al-Qur’an, dan memperbanyak bertasbih. 8. Hikmah mengenal alam barzah adalah kubur tempat yang sempit perluaslah dengan silaturrahim, kubur tempat yang gelap, terangilah dengan shalat tahajud, kubur tempat yang sepi, ramaikanlah dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an, kubur tempat binatang menjijikkan, racunilah dengan amal shaleh, kubur tempat malaikat Munkar dan Nakir bertanya, persiapkanlah jawaban dengan dengan mengucap, La ilaha illallah.”, dunia masa menanam, akhirat masa memanen, kehidupan dunia sementara, kehidupan sebenarnya di akhirat kelak. Jawablah dengan cara memberi tanda silang X pada jawaban “ya” atau”tidak” dari pernyataan yang sesuai keadaan anda! Rangkuman Ayo menilai diri sendiri! No Pernyataan Jawaban Ya Tidak 1 Mengawali kegiatan dengan mengucap bismillah 2 Mengakhiri kegiatan dengan mengucap alhamdulillah 3 Memanfaatkan waktu untuk belajar 4 Setiap kegiatan berniat karena Allah Swt 5 Suka bersedekah Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. Apa makna iman kepada alam barzah? 2. Mengapa manusia harus mengalami alam barzah? 3. Apa manfaat kematian bagi manusia? 4. Apa amalan dari keluarga yang masih hidup yang memberatkan bagi si mayit? 5. Kapan alam barzah berakhir? Unjuk Kerja Alhamdulillah, kalian telah mengimani adanya alam barzah. Selanjutnya lakukan sesuai pertanyaan berikut! 1. Mimpi seseorang tergantung apa yang dipikirkan atau dilakukan sebelum tidur. Kematian seseorang tergantung apa yang diperbuat ketika hidup. Apa Ayo lakukan! * Ilustrasi siksa kubur. Foto Ist Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah yang wajib kita imani yaitu adanya alam kubur atau alam barzah. Alam kubur merupakan tempat pertama bagi manusia yang telah meninggal dunia sebelum menuju akhirat. Di alam kubur inilah manusia akan mulai mendapatkan balasan dari apa yang ia kerjakan selama hidup di dunia. Ada manusia yang mendapatkan nikmat di alam kuburnya dan ada pula yang mendapatkan siksa sebagai balasan atas apa yang ia kerjakan. Di alam kubur tidak ada satupun orang yang menemani kita sekalipun kita memiliki ribuan teman di dunia, harta yang melimpah, jabatan yang tinggi, namun semua itu tidaklah berarti saat sudah berada di alam kubur. Tidak ada yang bisa menjadi penyelamat selain amal ibadah selama hidup. Abu Laist As-Samarqandi mengatakan dalam Tanbihul Ghafilin, barangsiapa yang ingin selamat dari azab kubur hendaknya ia melakukan empat hal ini karena itulah yang akan menjadi penerang di alam kubur. Melansir dari PORTAL JEMBER dari kanal Youtube Nasihat Muslim dengan sedikit oeeubahan, setidaknya ada empat amalan yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur yaitu one. Menjaga Sholat Lima Waktu Sholat adalah amalan yang secara khusus langsung diperintahkan oleh Allah kepada Rasulullah SAW tanpa perantara malaikat Jibril. Sholat adalah amal pertama yang akan diperhitungkan pada hari kiamat. Dalam sebuah hadist dikatakan, Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya amal yang pertama dihisab pada seorang hamba adalah sholatnya. Apabila sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Namun,apabila sholatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika ada kekurangan dari sholat wajibnya, Allah SWT telah berfirman, “Lihatlah wahai para malaikat apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah. Maka disempurnakanlah apa yang kurang dar sholat wajibnya, kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” HR. Tirmizi Orang yang meninggalkan sholat dan menganggap sholat bukanlah kewajiban maka ia telah kafir. Karena sholat adalah pembatas antara iman dan kekafiran. ii. Sedekah Sedekah tidak selalu dalam bentuk materi, sedekah bisa dalam bentuk apapun seperti menolong, mengajarkan ilmu agama, menyingkirkan batu atau ranting pohon yang ada di jalan, itu juga sedekah. Apabila sedekah yang manfaatnya masih mengalir bagi orang lain sekalipun ia telah meninggal, maka akan menjadi amal jariyah dan penerang alam kubur baginya. Rasulullah SAW bersabda, “Jika anak cucu adam meninggal dunia maka terputuslah semua amal perbuatannya kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.” Hour. Muslim 3. Membaca Al-Qur’an Perbanyaklah membaca Al-Qur’an sebab Al-Qur’an akan menjadi penolong di hari kiamat sekaligus menjadi penghalang dari api neraka. Al-Qur’an akan datang sebagai penerang di alam kubur sekaligus menjadi penghalang dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya di hari kiamat nanti Al-Qur’an akan menjadi syafaat kepada orang-orang yang membacanya.” Hr. Muslim Membaca surat Al-Mulk setiap malam dengan mengambil pelajaran serta mengamalkan hukum yang ada di dalamnya maka dapat menjadi penghalang dari siksa kubur. Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata, “Barangsiapa membaca surat Al-Mulk setiap malam maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur.” 4. Banyak Membaca Tasbih Rasulullah mengatakan bahwa tasbih dapat meringankan panasnya siksa kubur. Selain itu, tasbih bisa membuat timbangan amal di hari kiamat menjadi berat. Rasulullah SAW bersabda, “Dua kalimat yang dicintai oleh Ar-Rahman, ringan diucapkan di lisan namun berat dalam timbangan amalan yaitu Subhanallahi wa bihamdih subhanallahil azhim.” Hr. Bukhari dan Muslim Semoga jita semya bisa selamat dari diksa kubur sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama keluarga di Jannah. Aamiin. Ruby Jakarta, IDN Times - Setiap manusia akan selesai dengan urusannya di dunia dan kembali kepada Allah SWT. Sebelum ditentukan surga atau neraka untuknya, disebutkan manusia mesti menjawab lebih dulu pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur seputar ketaatan dan keimanannya selama di malaikat di alam kubur pun sesuai dengan amalan manusia semasa hidup. Jika manusia termasuk dalam golongan penuh dosa, malaikat akan datang dengan kemarahan. Namun, jika manusia memiliki iman tinggi terhadap Allah SWT, malaikat pun turut bersuka semua umat muslim ingin mendapat perlindungan setelah meninggal. Untuk itu, berikut beberapa amalan yang dapat membantu menyelamatkan manusia dari siksaan pertanyaan di alam kubur. Baca Juga Hal-Hal yang Dilakukan Saat Hadapi Orang Sakaratul Maut dan Meninggal 1. Banyak berzikir mengingat Allah SWT semataANTARA FOTO/Abriawan AbheDalam Al Qur’an, Allah SWT telah memerintahkan kepada seluruh manusia untuk hanya menyembah dan mengingat kepada-Nya. Salah satu caranya dengan memperbanyak membaca tasbih atau berzikir. Baik usai salat maupun saat melakukan aktivitas sebagai wujud keimanan dan mengesakaan Sang Pencipta, umat muslim ketika di alam kubur pun akan mendapat pertanyaan pertama yakni man rabbuka siapa Tuhanmu. Bila semasa hidup, seseorang sering berzikir dengan sepenuh hati mengingat Allah SWT semata, niscaya akan mendapat kelapangan dan dimudahkan menjawab pertanyaan Menjaga salat lima waktuSalat Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh IDN Times/Saifullah Pertanyaan selanjutnya Ma dinuka apa agamamu? Hanya golongan umat muslim yang tidak pernah meninggalkan salat lima waktu lah yang dapat menjawab dengan tersebut lantaran salat merupakan salah satu rukun Islam, menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta serta mengingat Ka'bah sebagai dari kitab Hidayatul Murid oleh Syeikh Ibrahim Al Laqqani, orang yang suka menyendiri dalam rangka meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dan menjauhi keriuhan dunia, ialah orang yang terhindar dari pertanyaan di alam Al Qur’an, Allah SWT telah memerintahkan umat-Nya untuk selalu menjaga kelengkapan salat. Sebab, salat menjadi penolong atas pertanyaan aina qiblatuka di mana kiblatmu, serta amalan yang pertama kali dihisap di hari Sering bersalawat untuk Rasulullah SAWIlustrasi berdoa IDN Times/SunariyahPertanyaan di alam kubur selanjutnya yakni man nabiyyuka siapa nabimu. Umat muslim yang sering bersalawat untuk Rasulullah SAW tentunya dapat dengan mudah menjawabnnya. Sebagaimana diwahyukan dalam surah Al Ahzab ayat 56 yang berbunyiاِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًاInnallāha wa malā’ikatahu yussalluna’alan-nabiyyi, yā ayyuhalladzīna āmanus sallu’alaihi wa sallimu Sesungguhnya Allah SWT dan para malaikat bersalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam dengan penuh penghormatan rutin bersalawat, nama Rasulullah SAW akan selalu terpatri di hati dan benak, yang akan menjadi penolong kelak di alam Mempelajari dan mengamalkan Al Qur’anIlustrasi Al-Qur'an IDN Times/Sunariyah Al Qur’an sebagai petunjuk hidup umat muslim akan menjadi penolong di akhirat kelak. Dengan catatan, gemar mempelajari dan mengamalkannya. Karena di alam kubur, malaikat Munkar dan Nakir pun akan mengajukan pertanyaan ma kitabuka apa kitabmu.Diriwayatkan Bazzar dalam kitab La’aali Masnunah, ketika mukmin yang meninggal mulai dikafani, datang seseorang dalam wujud tampan dan berdiri di antara dada dan kain kafan. Lalu, orang tersebut berkata kepada mukmin di alam kubur, “Aku adalah Al Qur’an yang kadang kamu baca dengan suara keras dan kadang lirih. Jangan khawatir, setelah menghadapi pertanyaan malaikat ini kamu tidak akan mengalami kesulitan.”Untuk itu, dekat dengan Al Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim. Selain agar terhindar dari marabahaya, juga didekatkan dengan kebaikan yang diridai Allah SWT. Baca Juga 6 Tanda Menjelang Sakaratul Maut dalam Islam 5. Menjaga tali silaturahmi dengan sesama umat muslimilustrasi Pertemanan, silaturahmi IDN Times/ReynaldiPertanyaan terakhir yang diajukan malaikat Munkar dan Nakir adalah tentang man ikhwanuka siapa saudaramu. Sebagaimana hadis riwayat dari Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali persaudaraan, tunaikanlah salat di malam hari ketika menusia terlelap, maka niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”Hadis tersebut dimaksudkan agar semasa hidup sesama umat muslim mesti menjaga tali silaturahmi, saling menolong saat dalam kesulitan, dan menjauhkan diri dari perbuatan menggunjing. Karena sesama umat muslim ialah saudara, tiada perbedaan di mata Allah SWT selain ketakwaan terhadap-Nya. Dengan begitu, niscaya akan mudah melalui pertanyaan satu ini di alam beberapa amalan yang akan membantu menyelamatkan umat muslim dari pertanyaan di alam kubur. Selagi masih ada waktu dan diberi kesehatan, yuk jangan malas untuk melaksanakannya perlahan secara rutin. Tentu dibarengi dengan amalan-amalan lain seperti sedekah dan berbakti kepada orang tua Langgeng Irma Salugiasih

amalan apakah yang dapat memperoleh kenikmatan kubur